Bawaslu Kota Pariaman dan SMK Negeri 4 Pariaman Jalin Nota Kesepahaman tentang Penguatan Pengawasan Partisipatif dan Konsolidasi Demokrasi
Pariaman – Dalam upaya memperkuat pendidikan demokrasi serta meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap penyelenggaraan pemilihan umum, Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pariaman bersama SMK Negeri 4 Pariaman resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Penguatan Pengawasan Partisipatif dan Konsolidasi Demokrasi.
Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara lembaga penyelenggara pengawasan pemilu dengan institusi pendidikan. Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, integritas, serta mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Bawaslu Kota Pariaman, Kepala SMK Negeri 4 Pariaman beserta jajaran manajemen sekolah, dewan guru, serta perwakilan peserta didik. Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai pelaksanaan kegiatan sebagai wujud komitmen bersama dalam menciptakan budaya demokrasi yang sehat di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Pariaman menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas. Oleh karena itu, keterlibatan kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa menjadi sangat penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap proses demokrasi sejak dini.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 4 Pariaman menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas membentuk peserta didik yang unggul dalam bidang akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membangun karakter, wawasan kebangsaan, serta kesadaran berdemokrasi.
Melalui nota kesepahaman ini, Bawaslu Kota Pariaman dan SMK Negeri 4 Pariaman akan melaksanakan berbagai program kolaboratif, seperti sosialisasi kepemiluan, pendidikan pengawasan partisipatif, seminar dan diskusi demokrasi


